WhatsApp Image 2026 01 13 at 15.02.25

Maraknya Kriminalitas Remaja di Pekanbaru, Karang Taruna Soroti Lemahnya Peran Keluarga

Daerah

PEKANBARU – Maraknya kasus kriminalitas yang melibatkan remaja di Kota Pekanbaru dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian serius berbagai pihak.

Wakil Ketua Karang Taruna Kota Pekanbaru, Ibnu Hajar, menilai fenomena ini sebagai sinyal kuat melemahnya pengawasan dan peran keluarga terhadap anak-anak muda.

Ibnu menyoroti sejumlah kasus kejahatan yang dilakukan remaja Pekanbaru, mulai dari pencurian telepon genggam, dompet, hingga tabung gas elpiji. Ironisnya, sebagian besar pelaku diketahui masih berusia di bawah umur.

“Memang kita sangat prihatin dengan kondisi anak-anak muda saat ini. Akar persoalannya bukan semata-mata di sekolah atau dinas pendidikan, tapi lebih banyak terjadi di lingkungan keluarga,” ujar Ibnu, Senin (12/1/2026).

Ia menegaskan bahwa waktu anak lebih banyak dihabiskan bersama keluarga dibandingkan di sekolah. Menurutnya, sekolah rata-rata hanya mengawasi anak sekitar delapan hingga sembilan jam per hari, sementara selebihnya merupakan tanggung jawab orang tua.

“Orang tua harus jeli melihat kebiasaan anak sehari-hari. Jam berangkat sekolah, jam pulang, dengan siapa bergaul. Kalau kontrol ini longgar, anak akan mencari dunianya sendiri,” jelasnya.

Ibnu menyebut, ketika anak kehilangan kontrol dari orang tua, mereka rentan terpengaruh lingkungan negatif, termasuk pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba. Saat sudah terjerumus narkoba, kata Ibnu, nilai-nilai positif dalam diri anak akan hilang dan yang tersisa hanya keinginan memenuhi kecanduan.

“Kalau sudah kecanduan, mereka akan berpikir bagaimana membeli lagi barang haram tersebut. Bahkan bukan hanya barang orang lain, kadang barang milik orang tuanya sendiri pun bisa dicuri nya,” ungkapnya.

Ia mendorong agar edukasi kepada orang tua terus diperkuat, baik melalui sekolah maupun forum-forum pertemuan wali murid. Ia menilai masih ada orang tua yang minim pengetahuan tentang pola asuh, sementara sebagian lainnya memiliki kemampuan ekonomi namun terlalu sibuk dengan urusan pribadi hingga abai terhadap masa depan anak.

Baca Juga :  Pemudik Masuk Kota Semarang Wajib Lapor Barcode Aplikasi Sidatang

Sebagai bentuk kepedulian, Karang Taruna Kota Pekanbaru hingga tingkat kecamatan dan kelurahan terus menghadirkan program pemberdayaan anak muda melalui berbagai kegiatan positif.

Tidak hanya itu, Karang Taruna juga aktif turun ke sekolah-sekolah untuk memberikan sosialisasi tentang bahaya narkoba dan dampak negatif penggunaan gawai secara berlebihan.

“Kami juga sudah masuk ke sekolah-sekolah. Salah satunya di Kecamatan Sukajadi, saya sendiri menjadi narasumber. Kami jelaskan apa itu narkoba, apa bahayanya, termasuk dampak kecanduan gadget. Intinya, sekolah harus menjadi tempat perubahan ke arah yang lebih baik,” katanya.

Ibnu juga mengimbau para orang tua agar memanfaatkan media sosial dan berbagai platform literasi digital untuk menambah wawasan tentang pola asuh anak. Menurutnya, keberhasilan anak dalam pendidikan dan kehidupan tidak lepas dari peran aktif orang tua di rumah.

“Kalau orang tua sudah kehilangan kontrol di rumah, sehebat apa pun pengawasan di sekolah, hasilnya tidak akan maksimal,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah yang telah menjalankan berbagai program pembinaan remaja, mulai dari adanya aktivis perempuan, aktivis anak, hingga program pemberdayaan perempuan yang berfokus pada pencegahan kenakalan remaja.

“Kita apresiasi pemerintah yang sudah banyak berbuat. Kami di Karang Taruna juga akan terus berkontribusi lewat program pemberdayaan, edukasi, dan sosialisasi tentang bahaya narkoba dan gadget, agar anak-anak kita tidak terjerumus ke hal-hal negatif,” pungkasnya.(*)